Adalah gadis “geekess” yang merupakan pengembang kernel linux dan juga karyawan intel, Sarah Sharp yang mengumumkan ketersediaan driver untuk perangkat masa depan USB 3.0. Seperti disebut-sebutkan dalam halaman blognya, driver yang dikembangkan itu mendukung Extensible Host Controller Interface (xHCI) guna memenuhi persyaratan standarisasi USB 3.0 yang disepakati industri dan disetujui lembaga standar di november 2008 lalu.
Upaya Sarah Sharp selama satu setengah tahun berhasil membuat linux sebagai sistem operasi pertama yang mampu dan memenuhi standar yang mendukung USB 3.0. Greg Kroah-Hartman yang selama ini bertanggung jawab dalama bidang ini di tim pengembang kernel disebutkan telah menyerahkan patches ini untuk nantinya dipasang di Kernel 2.6.31. Jadi, Kalau tidak ada aral melintang maka Linux sudah bisa melayani atau mendukung USB 3.0 pada september 2009 ini. (sumber:Info Linux edisi 8/2009 )
Nah, dari sini bisa kita lihat kalau Linux itu sebenarnya paling maju. Tapi karena masalah yang "khas" yaitu uang, para vendor komputer/PC masih enggan membuat Linux (distro apa pun) sebagai OS default komputer/PC terbitan mereka. Jelas saja lah gan, wong Linux adalah OS gratis (tidak bagi Linux Enterprise seperti RedHat), jadi para vendor tidak akan bisa menambah penghasilan mereka. Selain itu masalah "pernah dan tidak" dan "bisa atau tidak" bahkan "mau atau tidak" menggunakan Linux sebagai OS yang sangat powerfull sebagai OS default para pengguna komputer/PC. Dengan demikian, bagi kita yang tidak menggunakan Linux, ya tentunya tidak boleh mengeluh karena tidak bisa menikmati kecepatan USB 3.0 (mungkin beberapa tahun lagi kalau sudah dikembangkan di OS "pasaran") yang mencapai 10 kali lipat kecepatan transfer USB 2.0.






0 comments:
Post a Comment